Minggu, 23 Februari 2014

Rambut panjang kebiasaan yang aneh


Deskrip
Mas-mas gunting pendek ya”oke,cucucucuk ,,, suara gunting” coba mas lihat mantap ga’’ kok begini mas’?, mau gimana lagi itu model yang sangat tren”,,mana ada, jelek mas, botak aja sudah mas ga pas dengan rambut kaya gini kalo bisa guntik mariner sekalian”!
Setiap orang pasti mempunyai sebuah kebiasan-kebiasaan yang menurut nya itu baik, tetapi belum tentu baik bagi orang lain. terkadang kebiasaan itu banyak menimbulkan sebuah keanehan bagi orang lain, contonya saja “ gigit jari atau bicara sendiri” tetapi sebenarnya ia waras, terkadang orang-orang menjastifikasinya sebagai orang gila. Jika kita bandingkan dengan orang gila itu sangat jauh karena orang gila itu sakit jiwa/kehilangan ingatan nya, semuanya dilakukan setiap jam atau detik. Dalam tulisan yang saya ceritakan ini adalah kebiasaan sewaktu-waktu atau istilah saya kebiasaan yang tunggal hanya satu dari seorang. Orang jahat selalu diedentikan dengan sesuatu yang ada di filem-filem star-star movie/filem permanime, bayangkan saja jika penjahat itu naik mobil jep, berpakaian baju kulit hitam, mengunakan kacamata, gondrong, sangar dan lain-lain nya, lalu melakukan sebuah kejahatan seperti menculik, merapok, membunuh dan akhirnya ditangkap polisi lalu dipenjara begitu jalan ceritanya. Filem itu ibarat sebuah kaca penuntun kita, waktu kita sedang asik menonton sebuah filem seakan-akan kita akan di ajak untuk masuk kedalamnya dengan pemikiran kita yang sedang kosong jadi segala sesuatu yang terjadi didalamnya akan dilimpahkan kepada kita baik itu emosi, sikap dan cara pandangnya tetapi baik sebuah cerita atau yang tersusun rapi akan berakhir dengan sebuah penyelesaian baik. Namun ini juga akan membuat kita akan terpaku pada alam nyata, dulu saya punya cerita setiap orang yang menurut saya jahat itu adalah seperti ciri-ciri yang saya sebutkan diatas dan setiap kali saya bertemu dengan mereka saya merasa takut mendekati mereka, pemikiran didalam benak saya itu bermacam-macam, semuanya ada! Hanya satu macam yang tersisa, lari dan bersembunyi. Sedikit bercerita tentang pandangan yang tidak masuk akal itu, waktu itu saya masih duduk dibangku sekolah dasar. Kebiasan yang saya miliki aneh juga tadinya saya menyebukan  penjahat itu ciri-cirinya bagaiamana? Toh ini juga terjadi pada diri saya, wah saya harus merubah paradikma tentang penjahat, itu hanya kesenagan pribadi atau seni  tidak ada bedanya dengan seseorang yang bertato karena menurutnya itu keren dan entah apa yang di fikirkan orang lain itu sih masalahnya, didalam dunia ini hanya dua ciri orang yang pertama baik dan buruk, menghargai atau tidak menghargai, hampir setiap orang yang ada didunia ini yang berlalu lalang melintasi jalan raya punya pemikiran yang sama tentang itu, entah itu sebuah pertanyaan atau bukan pertanyaan atau malahan akan menjadi pertanyaan. Saya yang dilahirkan didaerah yang paling jauh dari peradaban dunia, tidak tau apa-apa tentang yang namanya teknologi hanya yang saya ketahui itu hanya gunting bukan mesin. Jaman ini sangat moderen melakukan sesuatu pasti mengunakan mesin terlebih lagi masalah cukurata  mungkin hanya lima sampai sepuluh menit sudah selesai, masalah ini menjadi problem bagi saya, mengapa tidak setiap kali cukur ujungnya pasti tidak keren, dikasih model ini itu tidak bisa, ya hanya satu pilihan cukurata itu, apakah itu memang saya yang jelek yah” bisa jadi juga”.Selama gunting rambut pertama saya biarkan bertumuh dan bertumbuh menjadi” gondrong” ternyata teman-teman juga menilai saya kata sebutanya Gondes alias gonrong desa, itu pas juga kebetulan juga saya dilahirkan didaerah yang sangat jauh tetapi dekat dengan kota. terserah mau sebutanya apa yang penting happy. Sekolah dasar hingga sekolah menegah atas rambut saya botak terus tidak pernah panjang, sebenarnya saya mau mencetak sejarah baru dalama hidup yang pertamanya alim sekarang sanggar tetapi tetapi hati tetap ping kata teman saya. Jaman 80an orang tua saya hamper sama dengan saya rambunya panjang melebihi dari pada saya pada saat ini, tetapi ia tidak pernah memprotes saya, Cuma memberikan saran saja, mau marah dia juga punya sifat begitu dulu, yah sudah apa yang ditanan itu yang dituai hasinya jadilah saya sebagai penerusnya. Mungkin saya merasa didalam dunia ini saya yang paling merasa keren seperti artis korea namun ada yang paling keren lagi gembel, masa saya harus disandingkan dengan gembel kata orang tua saya” kamu itu seperti gustamin ia salah satu orang gila yang tinggal dikota itu” bisa jadi, saya hampir tidak pernah merasa seperti dia, setiap malam minggu saya selalu berpenampilan sederhana, tetapi menurut saya keren, berlengkapan tas kain, sluiter yang kebesaran dan pakai sendal pagi siang/ berbeda warna, setiap saya jalan pasti banya cewek-cewek caem lihat saya, senyum mereka ikut juga ternyata saya tidak lihat tembok didepan, setelah saya sampai dikos saya bertanya “tante saya butuh penilaian dari tante” tante gimana keren ga aku malam ini” banget! Apa itu tante” Macam gembel kata tante saya” yah kah! Pantesan aja ada yang lihat-lihat aku dijalan tadi rupahnya saya tampang gembel yah, wah ini sudah keterluan, ya sudah saya terima penilaian tante, entah apa yang mereka pikirkan tentang saya  terserah dari mereka mumpung masih ABG ( anak baru gondrong),. Ada sebagian teman yang memuji dan ada juga yang iri, tidak tau dengan alasan apa” hey mas bro mantap rambut mu begitu” manta apa” tanya saya “gorong” itu kan tidak pernah di cukur. Dan ada juga sebagian yang ingin seperti rambut seperti saya tetapi tidak bisa! Masbrow kok rambut mu tambah panjang, cara nya gimana! Ya jangan di gunting kata saya,”Ooh ya, saya mau coba rambut seperti itu! Satu bulan telah berlalu saya bertemu” gimana masbrow kok rambunya masih biegitu,” ia nih tidak bisa panjang-panjang tiap kali dipanjag pasti jelek” itu kan karena kamu tidak terbiasa masbrow coba aja kamu biasa pasti bisa, setiap kali saya bertemu rambunya tetap di cukur rata’ sama pengalaman waktu smp”. Sekilas tentang perubahan seseorang, dari segi ilmu dan segi pertumbuhan fisik sangat kental tetapi dari segi penampilan dan perubahan wajah mungkin tidak ada orang yang menilai ini, pertama orang-orang pasti menyebutkan eh kamu sudah besar ya, tinggi lagi seperti bapanya, tahun depan bertemu sebutanya pasti itu lagi tidak ada yang berbeda, dari segi ke ilmu pasti tambah pintar, dulu tidak bisa membaca sekarang lancer membaca, tetapi tau kah anda orang gondrong itu orang tidak kenal atau penampilan dan wajah, orang pasti megira ia salah orang jika ia menegur mereka, di dalam dunia ini ada yang mirip tetapi tidak sama, hampir setiap orang salah menebak, karena yang ada di dalam memori mereka ada lah mereka yang dulu, namun mereka percaya bahwa mereka masih yang dulu, wow tebakan mu salah masbrow, maka dari itu ada alasan tertentu orang inggin memiliki perubahan sendiri. Saya pernah mencoba untuk menguji itu ternyata ada juga yang salah” kamu anaknya si ini yah” masa om lupa” habis kamu bukan seperti yang dulu katanya, itu tandanya perubahan yang ada di dalam benak nya belum berubah, coba saja jika rambut saya digunting tiba-tiba pasti bayak yang komplen juga, nyaman yang melihat tetapi sengsara bagi yang diri sendiri. Banyak alasan mengapa gorong itu diperlukan, pertama, kelihatan lebih sangar dari yang lain, kedua gamapang beradaptasi dengan orang lain entah apa yang membuat kita lebih akrab dengan orang lain ada dua persepsi yang pertama orang nya takut atau malah kasihan dengan kita, ketiga orang lebih menghargai kamu,keempat lebih kritis dan percaya diri, melihat mahasiswa yang telah kuliah di beberapa perguruan tinggi yang ada di Indonesia ini saya sanggat yakin bahwa mereka orang-orang hebat, ternyata saya sadar orang smart itu tidak dilihat dari panjang atau pendeknya rambut nya, namun dari caranaya. Saya berfikir punya rambut gondrong itu hanya ada di teknik mesin ternyata disetiap fakutas dan jurusan ada, sampai kepenegak hukum pun ada seperti saya tetapi bukan hanya saya banyak yang lain nya lagi. andai saya tinggal di hutan rimbah maka tak perlu saya mengangap diri saya orang smart dari pada saya dianggap orang gila. Hal yang menyedihkan bagi saya harga mencukur lebih besar dari pada makanan jika saya bisa hitung-hitungan makan mungkin dapat diperkirakan jata makan dua hari, jadi mahasiswa itu harus banyak berhitung sehingga persedian di dalam lumbung akan tetap terisi, mungkin benar juga kata orang uang itu mudah ada tetapi susah di cari, sehari mampu kah kita memperoleh seribuh rupiah, tidak mudah membalik telapak tangan langsung ada tentu kita akan bekerja, baru saja saya coba untuk mencukur rambut namu usaha itu tak berhasil, sudah dua kali saya mencoba tetapi tidak bisa juga karena harganya relative kelas ekonomi jadi harus saya tunda lagi untuk tahun depan, mungkin ini sudah takdir “ keraguan membuat sesuatu itu akan tertunda” inilah yang terjadi pada saya hampir saya tak pernah melepaskan atau rela rambut saya dicukur rata, ujungnya pasti lebih jelek dari sebelumnya.
“kebebasan memilih itu lebih baik dari pada tertekan”

Tulisan ini bebas untuk dikritik/diberikan saran, semoga tulisan galau ini menginspirasi anda untuk menulis! Salam dari sepiner, jagan lupa di lake,,,ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar